Juni 8, 2024
Pengertian Saham

Pengertian Saham – Kamu punya uang berlebih tapi bingung mau di investasikan kemana? Investasi saham mungkin bisa jadi solusinya. Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang bisa kamu pilih dari sekian banyak opsi pilihan. Saham menjadi salah satu pilihan instrumen investasi terbaik, sudah banyak orang yang memilih saham sebagai instrumen untuk menginvestasikan uang mereka.

Table of Content

Pengertian Saham

Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI) saham dapat diartikan sebagai wujud partisipasi finansial seseorang atau entitas dalam suatu perusahaan terbatas. Dengan menyertakan modal, pemegang saham memiliki hak atas pendapatan dan aset perusahaan, serta kehadiran dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sebagai salah satu instrumen pasar keuangan yang sangat populer, saham menjadi salah satu pilihan utama bagi perusahaan yang mencari pendanaan. Emiten saham menawarkan saham sebagai cara untuk mengumpulkan dana, sementara investor memilih saham sebagai instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan menarik.

Manfaat Saham

Setelah mendapat penjelasan pengertian saham, kamu juga harus memahami apa saja manfaat saham sebagai salah satu instrumen investasi terbaik, saham tentunya menawarkan beberapa manfaat kepada para investor yang memilikinya. Beberapa manfaat yang ditawarkan diantaranya adalah:

Capital Gain

Capital gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk ketika investor melakukan aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Sebagai contoh, seorang investor memperoleh saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000, kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham, maka ia menghasilkan keuntungan sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang diperjualbelikan.

Baca juga : Apa itu Dividen, Jenis, dan Penentuannya

Dividen

Dividen merupakan pembagian hasil keuntungan yang diberikan oleh perusahaan yang berasal dari laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Penyelenggaraan dividen dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Untuk menerima dividen, seorang investor harus memegang saham tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama, yaitu hingga kepemilikan saham tersebut memenuhi syarat sebagai pemegang saham yang berhak menerima dividen.

Perusahaan memberikan dividen dalam bentuk dividen tunai, di mana setiap pemegang saham menerima pembayaran dalam bentuk uang tunai dengan jumlah tertentu untuk setiap saham yang dimilikinya. Alternatifnya, dividen dapat berupa dividen saham, di mana setiap pemegang saham menerima pembayaran dalam bentuk saham tambahan, sehingga kepemilikan saham seorang investor bertambah melalui distribusi dividen saham tersebut.

Resiko Saham

Resiko saham

Saham juga tak lepas dari beberapa resiko yang bisa diterima oleh seorang investor, diantaranya sebagai berikut:

Capital Loss

Capital loss merupakan kebalikan dari capital gain, yakni situasi di mana seorang investor menjual saham dengan nilai lebih rendah dibandingkan harga beli. Sebagai contoh, investor membeli saham PT. XYZ dengan harga Rp 2.000 per saham, kemudian nilai saham terus menurun hingga mencapai Rp 1.400 per saham. Karena khawatir harga saham akan terus merosot, investor menjualnya pada harga Rp 1.400 tersebut, mengakibatkan kerugian sebesar Rp 600 per saham.

Resiko Likuidasi

Likuidasi erusahaan yang memiliki sahamnya dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau dibubarkan. Dalam situasi ini, hak klaim dari pemegang saham diprioritaskan sebagai langkah terakhir setelah semua kewajiban perusahaan terpenuhi melalui hasil penjualan aset perusahaan.

Apabila masih tersisa dari hasil penjualan aset, sisa tersebut dibagi secara adil di antara pemegang saham sesuai proporsi kepemilikan masing-masing. Namun, jika tidak ada sisa kekayaan perusahaan, pemegang saham tidak akan menerima pembagian likuidasi. Risiko ini merupakan tantangan utama bagi pemegang saham, mendorong mereka untuk terus memantau perkembangan perusahaan.

Di pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, nilai saham mengalami fluktuasi karena permintaan dan penawaran. Harga saham terbentuk melalui dinamika supply dan demand, dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kinerja perusahaan, kondisi industri, serta faktor ekonomi makro seperti suku bunga, inflasi, nilai tukar, serta faktor non-ekonomi seperti situasi sosial dan politik, dan faktor lainnya.

Jenis Saham

Saham di Bursa Efek Indonesia terbagi dalam sembilan sektor, termasuk pertanian, pertambangan, industri dasar dan kimia, serta industri mesin. Selain itu, ada sektor industri barang konsumsi, properti, konstruksi bangunan, infrastruktur, transportasi, keuangan, dan perdagangan jasa dan investasi. Saham juga diklasifikasikan berdasarkan pembagian keuntungan kepada pemegang saham, terdiri dari saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock).

Saham preferen memberikan prioritas pada dividen dan pengembalian modal saat likuidasi, sedangkan saham biasa tidak memiliki hak prioritas tersebut. Pemahaman ini penting untuk memandu keputusan investasi yang lebih cerdas dan perencanaan portofolio yang efektif.

Cara Membeli Saham

Pengertian saham

Pengertian saham tidak lengkap jika tanpa penjelasan cara membelinya, berikut adalah panduan cara membeli dan menjual saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan informasi dari laman Yuknabungsaham dan pengalaman seorang investor, A:

Pembelian Saham:

  1. Siapkan dokumen seperti KTP, NPWP, buku tabungan, dan meterai.
  2. Datang ke kantor perusahaan sekuritas atau daftar secara online.
  3. Isi formulir pendaftaran sebagai investor pasar modal.
  4. Setorkan dana awal ke nomor rekening dana investor (RDI).
  5. Dapatkan akses ke akun dashboard untuk transaksi saham.

Pada contoh investasi A, modal pembelian saham sebesar Rp 200.600, terdiri dari pembelian 2 lot saham PT ABCD seharga Rp 1.000 per lembar (total Rp 200.000) dan biaya transaksi sebesar 0,3 persen (Rp 600).

Penjualan Saham:

  1. Jual saham melalui akun dashboard.
  2. Harga jual saham PT ABCD naik menjadi Rp 1.200 per lembar.
  3. A dikenakan biaya transaksi 0,3 persen dan PPh 0,1 persen.
  4. Total uang yang diterima A dari penjualan saham adalah Rp 239.040.

Tips untuk Investor Pemula:

  1. Konsultasikan dengan pihak sekuritas untuk pertanyaan dan konsultasi.
  2. Mempelajari saham-saham dengan prospek bagus.
  3. Manfaatkan analisis saham gratis dari perusahaan sekuritas.
  4. Pelajari analisis teknikal dan fundamental.
  5. Aktif mencari informasi perubahan harga saham yang fluktuatif.

Pengertian saham – Investor pemula disarankan untuk terus mencari pengetahuan dan memahami risiko serta potensi keuntungan dalam berinvestasi saham. Perusahaan sekuritas menyediakan berbagai informasi dan analisis untuk membantu investor membuat keputusan yang lebih informasional.

Sumber : Indonesia Stock Exchange (IDX)