Juli 13, 2024
niat mandi wajib

Mandi junub atau mandi wajib adalah suatu kegiatan yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim untuk membersihkan diri dari hadas besar. Namun, tahukah kamu tata cara beserta niat mandi wajib yang benar?

Mandi junub sendiri merupakan sebuah ritual yang menjadi kewajiban ketika terjadi beberapa keadaan yang menyebabkan seorang muslim memiliki hadas besar, seperti keluarnya air mani, pertemuan dua kemaluan meskipun tidak ada keluarnya air mani, dan berakhirnya masa haid atau nifas. Mandi junub adalah proses dimana seluruh tubuh dicuci dengan air sesuai dengan tata cara tertentu yang telah ditetapkan untuk menghilangkan hadas besar.

Sementara hadas kecil bisa dibersihkan cukup melalui wudhu, hukum mandi junub adalah wajib ketika ada hadas besar. Tujuan dari mandi junub ini adalah untuk membersihkan diri dari hadas kecil maupun hadas besar. Dengan terhindarnya seorang muslim dari hadas kecil dan besar, maka memungkinkannya untuk melaksanakan beberapa kegiatan ibadah seperti shalat.

Jika seseorang tidak menjalankan mandi junub dengan benar, maka tubuhnya dianggap masih dalam keadaan najis dan tidak dapat menjalankan kewajiban ibadah seorang Muslim.

Rukun Mandi Wajib

Terdapat beberapa rukun mandi junub yang harus dilaksanakan agar suci dari hadas besar. Berikut rukun mandi merujuk kepada mazhab imam Syafi’i :

1. Niat Mandi Wajib

Niat merupakan salah satu rukun mandi junub, maka niatkanlah dengan benar ketika hendak melaksanakan mandi junub. Adapun Niat mandi wajib adalah sebagai berikut:

a. Niat Mandi Wajib Secara Umum

Niat ini dapat diucapkan oleh laki-laki atau perempuan yang mampu menghilangkan hadas besar.

Berikut niat mandi wajib secara umum:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf ‘il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta’aala

Artinya: Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar fardu kerena Allah ta’ala.

b. Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Haid atau menstruasi ini merupakan hal yang terjadi pada seorang wanita yang telah dewasa. Pada wanita dewasa, hal ini tentunya normal dan akan terus terjadi setiap bulannya hingga masa menopause. Selama haid, wanita tidak diperbolehkan melaksanakan sholat dan puasa. Melakukan mandi junub dapat dilakukan apabila masa haid telah berakhir agar dapat kembali beribadah.

Berikut niat mandi wajib setelah haid:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’i hadatsil haidil lillahi Ta’aala.

Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta’ala.

c. Niat Mandi Wajib Setelah Nifas

Nifas adalah keluarnya darah dari rahim wanita karena melahirkan atau setelah melahirkan. Darah nifas akan keluar kurang lebih selama 40 hari. Selama masa nifas, seorang wanita dilarang untuk sholat dan puasa.

Berikut niat dan doa setelah nifas:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’i hadatsin nifaasi lillahi Ta’aala.

Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta’ala.

d. Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan Intim

نَوَيْتُالْغُسْلَلِرَفْعِاْلحَدَثِاْلأَكْبَرِمِنَاْلِجنَابَةِفَرْضًالِلهِتَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhal lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardu karena Allah Ta’ala.”

2. Membersihkan Najis yang Menempel di Tubuh

Langkah berikutnya dalam mandi junub adalah menghilangkan segala najis yang menempel pada tubuh. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa mandi junub dianggap sah hanya jika semua najis pada tubuh sudah dibersihkan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk membersihkan najis terlebih dahulu sebelum memulai mandi junub.

3. Membasuh Seluruh Tubuh dengan Air

Rukun ketiga dalam mandi wajib dalam mazhab Syafi’i adalah menyiramkan air hingga mencapai seluruh tubuh. Ini sesuai dengan ajaran Rasulullah saw., di mana Beliau melakukan mandi junub hingga air mencapai sela-sela rambut. Berikut kutipan hadisnya:

عن عائشة رضي الله عنها قالت : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا اغتسل من الجنابة غسل يديه ، ثم توضأ وضوءه للصلاة ، ثم اغتسل ، ثم يخلل بيده شعره حتى إذا ظن أنه قد أروى بشرته أفاض عليه الماء ثلاث مرات ، ثم غسل

سائر جسده

Artinya: Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia menceritakan bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi setelah janabah, langkah pertama yang Beliau lakukan adalah mencuci kedua telapak tangannya. Selanjutnya, Beliau melakukan wudhu seperti yang dilakukan untuk shalat. Setelah itu, Beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menyela dasar-dasar rambutnya, hingga Beliau yakin bahwa air telah mencapai ke dasar rambut. Kemudian, Beliau menuangkan air ke atas kepalanya menggunakan kedua tangannya sebanyak tiga kali, dan akhirnya Beliau menuangkan air ke seluruh tubuhnya. (HR. Bukhari dan Muslim).

Sunnah Mandi Wajib

Amalkanlah sunnah dan rukun mandi junub sebagai cara untuk membersihkan diri sebagai seorang Muslim, baik wanita maupun pria, dari najis dan hadas besar sebelum memulai ibadah. Bahkan, jika kita mengikuti sunnah mandi junub yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw., kita akan mendapatkan syafaat yang lebih besar.

Adapun beberapa sunnah yang bisa kamu amalkan ketika hendak melaksanakan mandi junub. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  1. Mengucapkan bacaan basmalah ‘bismillahirrahmanirrahim’.
  2. Mencuci kedua tangan sebelum mencuci seluruh anggota badan.
  3. Melakukan wudhu sebelum memulai mandi junub.
  4. Menyebarkan air ke seluruh anggota badan dengan merata.
  5. Mandi secara berkesinambungan.
  6. Memulai dengan bagian tubuh yang kanan sebelum yang kiri.
  7. Menggunakan setidaknya 1 sho (sekitar 2.172 gram menurut mazhab Syafi’i) air.
  8. Menghindari mandi dalam air yang tergenang atau tidak mengalir.
  9. Setelah mandi, membaca lafadz ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh’.